Wednesday, October 12, 2011

cara kita melawan rasa stress

“Huuh.. seminggu ini begitu stres, banyak tugas dan ulangan yang selalu memborbardir kita, mana waktu buat istirahat sedikit banget, walah” , begitu curahan hati salah satu teman sekelasku. Memang itu benar adanya, siapa yang tidak stress jika terlalu banyak beban pikiran yang datang bertubi-tubi menghantam pikiran kita, pasti setiap orang pernah merasakan hal ini. Pikiran kita akan tersa sangat capek dan letih, membuat semua pemikiran kita keruh dan sulit untuk konsentrasi. Mengapa? Karena terlalu
banyak yang kita telah pikirkan, belum selasai menyelesaikan tugas ini, sudah nyandak(baca:mengerjakan) tugas yang lain. Pikiran yang stress ini nantinya akan berdampak pada emotion seseorang, dan lebih-lebih condong ke arah yang negatif.

Bagaimana caranya mengimbangi beban pikiran yang telah mengeruhkan pikiran kita?

1. Selalu hiasi hati kita dengan kelembutan dan jernihkan pikiran kita dengan selalu berpikiran positif.
Dengan hati yang lembut ini kita akan jauh dari rasa sumpek(baca:gelisah) dan akan selalu memandang setiap masalah tanpa merasa dibebani.


2.   Selalu optimis dengan apa yang kita kerjakan, jangan pernah merasa tidak bisa sebelum kita melakukannya.
 Pikiran gelisah sebenarnya dibuat oleh diri kita sendiri, bukan bersumber dari yang lain, jika kita selalu semangat dan optimis kalu kita bisa maka masalah itu akan terasa enteng bagi kita.

3.   Kita dibumi tidak hidup sendirian, kita diciptakan dengan memiliki sifat yang berbeda, manfaatkan kemaslahan itu.
Carilah sesosok teman atau sahabat yang bisa membantu meringankan beban pikiran kita, yang mampu membuat kita merasa syukur dengan apa yang ALLAH SWT berikan kepada kita. Sesuai dengan pesan Waliyullah “wong kang soleh kumpulono”.

4. Luangkan waktu kita untuk bertafakkur(merenung) dalam kesendirian untuk merasakan apa yang ada dalam diri kita.
Rasakan keindahan alam yang tidak pernah kita sadari bahwa alam juga hidup yang mampu membuat kita tersenyum, dan mampu melupakan semua beban pikiran kita untuk sementara. Dan ini adalah cara yang pailing efektif yang pernah saya coba, apalagi kalau kita merenung di tengah-tengah malam dan hanya berdua denganNya. 

Mungkin saya dapat berpesan kepada anda, “jangan pernah menyulitkan dan membuat sulit diri kita sendiri, nikmati hidup yang sudah kita terima,dan perlu anda ketahui bahwa belajar bersykur itu lebih sulit dari belajar apapun”.
Jaga selalu kesehatan anda, ayo podo seger waras, ngenikmati bungah’e nduyo.
Wassalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh.

8 komentar:

Post a Comment